Minggu, 11 September 2016

Aku Ingin Kamu Menulis

Foto oleh Aaron Burden di Unsplash



Aku ingin kamu menulis.
Menulis apa saja yang sedang kamu rasakan. Entah menulis segala amukan yang ada di dalam hatimu, kepalamu yang akan meledak karena satu hal, kebiasaan-kebiasaan mu, kesibukan seabrek mu, atau kegiatan-kegiatan lain yang sedang kamu lakukan.




Aku juga ingin kamu menulis.
Karena hanya itu salah salah satu caraku mengetahui secara kecil duniamu. Dan tentunya, dengan begitu aku tidak perlu lagi susah payah mencari tahu (segala) tentangmu dari rekan sekelasmu, oiya, satu hal yang melelahkan (tapi wajib kamu tahu); aku tak perlu lagi sembunyi dari keramaian hanya untuk memantau mu dari sudut tempat persembunyian yang sudah aku buat selama ini.


Aku hanya merasa tidak adil. Kala kamu nanti atau mungkin sekarang sudah tahu segala yang ada dalam kepalaku dan  juga perasaanku lewat tulisan-tulisan anehku ini. (itupun kalau kamu membacanya, ya. haha). Sedangkan, aku disini tidak mengetahui apapun tentang mu.


Aku ingin kamu menulis, karena aku ingin tahu sedikit atau banyak hal lain yang tak aku tahu dan aku temukan dari dirimu. Aku ingin tahu seperti apa dirimu; film, buku, hobi, makanan, juga minuman kesukaanmu, tempat yang ingin kamu kunjungi, sesuatu yang ingin kamu lakukan atau apapun. Meskipun hanya lewat tulisan.


Setidaknya, aku ingin kamu menulis. Tahukah? menjadi stalker sosmedmu sangatlah melelahkan. Dan, akunmu itu banyak sekali. Aku malas login dan logut semua sosmed. Percayalah, kuota saat ini mudah sekali terkuras banyak. Dan harganya, sudah pasti tidaklah murah.


Aku ingin kamu menulis, karena dengan kamu menulis lalu aku membaca cerita panjangmu itu, aku tak perlu mengeluarkan banyak kuota seperti login akun sosmed yang lain. hehe.


Aku ingin membaca ragam cerita-ceritamu, entah dengan rangkaian kata yang tersusun lebih banyak atau lebih padat. Itu tak masalah. Tenang, sebanyak apapun paragaf yang kau sajikan itu, pasti akan aku lahap habis. Kau tahu kan, apapun pasti aku baca. Selagi tulisan itu bisa aku baca. Hehe.

Jadi, bisakah mulai sekarang kamu menulis?



Tulisan ini dibuat karena rindu ngepost. Haha
Perjuangan juga posting lewat hp. 
Terimakasih atas tebengan wifi gratisnya.
Terimakasih sudah membaca.

Salam, Nur Agustiningsih P

1 komentar:

  1. Ini untuk refleksi diri gitu, ya? Gue kayak diingetin sama diri sendiri nih. Kurangin main medsos, perbanyak ngeblog. :)

    BalasHapus

Terima kasih sudah membaca sampai bagian akhir. ^^
Jika ada yang perlu dikomentari, maka komentarilah. Sebab punya perasaan yang dipendam itu memusingkan. Hehe.

NUR AGUSTININGSIH © | THEME BY RUMAH ES